Tugu Binokasih Sumedang

Tugu Binokasih Sumedang adalah sebuah monumen selamat datang ke Kota Sumedang dari arah Bandung.

Daerah lingkungan Monumen Tugu Taman Endog

Ini merupakan daerah Taman Endog bagian Jembatan Pasifik

Masjid Agung Sumedang

Penampakan bagian atap Masjid Agung Sumedang.

Bendungan Jatigede Sumedang

Ini adalah penampakan bagian Bendungan Jatigede Sumedang.

Jans Park Sumedang

Salah satu bagian dari Jatinangor Park Nasional Sumedang.

KEMISKINAN DAN TRAGEDI BOCAH SD DI NTT BUNUH DIRI: CAMBUK BUAT KITA SEMUA

 

Seorang bocah berinisial YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri.

Jakarta - Seorang bocah berinisial YBS (10), siswa kelas IV pada salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dbunuh diri, Kamis (29/1/2026). Sebelum bunuh diri, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan karena ibunya tidak punya uang. Kondisi kemiskinan pun menjadi sorotan dalam tragedi ini.

Seperti yang dilansir Liputan6.com, tragedi bocah SD bunuh diri, membuka mata semua orang. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar memandang kasus seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara timur, yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000, harus menjadi cambuk bagi semua pihak.

“Ya, ini harus menjadi cambuk ya,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2) malam.

Kasus ini menjadi pengingat agar semua pihak membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun. “Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana,” katanya.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan insiden yang dialami anak tersebut menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

“Kami prihatin, turut berduka. Tentu, ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem, red.) yang tidak terdata,” kata Gus Ipul dilansir Antara.

“(Insiden) Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” kata dia. 

Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania menilai kasus bunuh diri siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT harus menjadi alarm serius bagi negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak pendidikan anak.

“Ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Contoh potret yang buruk bagi dunia pendidikan, termasuk hak-haknya,” katanya.

Dia mengingatkan, negara telah mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar, termasuk menyediakan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat miskin melalui sejumlah kementerian. Dengan demikian, kasus seperti itu seharusnya tidak terjadi.

Kemiskinan Ekstrem

Akar masalah kasus ini adalah kemiskinan ekstrem. Karena itu, Mensos Gus Ipul menekankan pentingnya membangun basis data Kementerian Sosial agar menjangkau seluruh keluarga di Indonesia. Termasuk keluarga-keluarga yang berada di kategori miskin ekstrem (desil-1), dan kategori miskin (desil-2).

“Ini hal yang sangat penting. Saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan,” ucapnya.

Sumber Berita : Kemiskinan dan Tragedi Bocah SD di NTT Bunuh Diri: Cambuk Buat Kita Semua


SMP NEGERI 2 JATIGEDE


 

Sumedang - Sejak TMT 24 Desember 2025 lalu saya mendapat SP Plt. Kepala SMP Negeri 2 Jatigede yang mana SMP Negeri 2 Jatigede merupakan salah satu satuan pendidikan tingkat menengah pertama yang berada di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Sekolah ini berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang bermutu dengan menekankan pada pembentukan karakter, peningkatan prestasi akademik, serta pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

Dengan dukungan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, SMP Negeri 2 Jatigede terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Berbagai program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta kreativitas peserta didik.

SMP Negeri 2 Jatigede juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik orang tua, masyarakat, maupun instansi terkait, guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan akhlak mulia senantiasa ditanamkan dalam setiap aktivitas sekolah, sejalan dengan upaya mewujudkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.

Komite Sekolah dan masyarakat sekitar memiliki peran strategis sebagai mitra sekolah dalam upaya memajukan SMP Negeri 2 Jatigede Kabupaten Sumedang. Dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat moral, tetapi juga terwujud dalam bentuk partisipasi aktif pada perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program-program sekolah.

Komite Sekolah secara konsisten menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan. Peran komite tampak dalam pemberian masukan terhadap kebijakan sekolah, pendampingan program peningkatan kualitas pembelajaran, serta dukungan terhadap kegiatan kesiswaan dan pengembangan karakter peserta didik. Komite juga berperan sebagai jembatan aspirasi antara orang tua, masyarakat, dan sekolah sehingga tercipta sinergi yang harmonis.

Masyarakat sekitar SMP Negeri 2 Jatigede turut memberikan kontribusi nyata melalui dukungan terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif. Partisipasi masyarakat terlihat dalam keterlibatan pada kegiatan sekolah, dukungan terhadap program kebersihan dan keamanan lingkungan, serta kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Sinergi antara sekolah, Komite Sekolah, dan masyarakat sekitar menjadi daya dukung yang kuat dalam mewujudkan visi dan misi SMP Negeri 2 Jatigede. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sekolah mampu terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan dipercaya oleh masyarakat.

Dokumentasi :























KRONOLOGI GURU DIPOLISIKAN ORANGTUA MURID DI TANGSEL, ASTAGA

 


JAKARTA - Seorang guru dipolisikan oleh orang tua murid di salah satu sekolah swasta di Tangerang Selatan (Tangsel). Guru tersebut dituding melakukan kekerasan verbal.

Seperti yang dilansir jpnn.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan kasus tersebut berawal pada Agustus 2025, guru berinisial CB diduga mengucapkan perkataan yang kurang pantas terhadap seorang murid.

Sebelumnya, beredar sebuah unggahan media sosial yang diunggah oleh akun@wargatangsel.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan seorang guru di Pamulang, Tangerang Selatan, bernama Christiana Budiyati atau yang akrab disapa Bu Budi tengah menghadapi proses pelaporan atas dugaan kekerasan verbal terhadap muridnya.

Akun tersebut juga menuliskan peristiwa itu bermula saat kegiatan lomba sekolah yang berlangsung pada Agustus 2025.

Dalam kejadian itu, seorang murid dilaporkan terjatuh. Namun, alih-alih memberikan pertolongan, sejumlah teman korban justru meninggalkannya.

Bu Budi kemudian memberikan nasihat edukatif kepada para murid agar kejadian serupa tidak terulang dan untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

"Meski demikian, nasihat yang disampaikan di kelas tersebut kemudian dipersepsikan oleh salah satu murid sebagai bentuk kemarahan di depan umum," tulis akun tersebut. (antara/jpnn).

 

Sumber berita :  https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/kronologi-guru-dipolisikan-orangtua-murid-di-tangsel-astaga/ar-AA1V9oDs?ocid=socialshare

Persib Bandung Lumat Madura United 1-4, Thom Haye Cetak Gol Perdana

 

Foto : Eliano Reinjders sedang berebut bola dengan pemain Madura United

Sumedang - Persib Bandung sukses meraih poin penuh saat setelah mengalahkan Madura United 1-4 pada Minggu, 30 November 2025, pukul 19.00 WIB, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Di laga kali ini, Alfeandra Dewangga menjalani debut berseragam Persib di ajang Super League 2025/2026.

Seperti yang dilansir SUKABUMIUPDATE.com Persib Bandung mencoba memberikan tekanan pada pertahanan lawan dengan memaksimalkan pemain sayap cepat mereka. Madura United berhasil mendapatkan peluang lewat sepakan Lulinha dari luar kotak penalti, namun bola masih dapat diamankan dengan baik oleh Teja pada menit ke-2.

Luciano Guaycochea sukses mencetak gol spektakuler pada menit ke-26. Ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalty berjarak sekitar 20 meter. Ini menjadi gol ketiga bagi mantan pemain asal Argentina tersebut. Maung Bandung mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas pada menit ke-29, Saddil Ramdani yang menjadi algojo belum mampu menggandakan keunggulan Persib.

Kali ini Berguinho yang berhasil melepaskan tendangan plesing dari sisi kiri, namun bolanya masih membentur tiang gawang. Julio Cesar mendapatkan peluang emas di depan gawang lawan, namun tendanganya masih menyamping di sisi kiri.

Ramon Tanque melepaskan tendangan ke sisi kanan gawang Miswar, namun mantan kiper Persebaya tersebut dapat meninju bola dengan baik. Persib Bandung menggandakan keunggulan lewat sundulan Federico Barba di menit ke-39. Pemain asal Italia tersebut berhasil memanfaatkan umpan Lucho untuk mencetak gol.

Tim tuan rumah tak tinggal diam, Laskar Sapeh Kerap  mendapatkan tendangan bebas di menit ke-42. Ruxi yang menjadi eksekutor belum dapat memaksimalkan dengan baik. Ramon kembali mendapatkan peluang lewat sundulan kepala, namun bolanya masih dapat digagalkan oleh Miswar. Skor 2-0 untuk keunggulan Persib menutup paruh pertama.

Di paruh kedua ini, Madura United mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun belum mampu memperkecil ketertinggalan. Hodak melakukan pergantian pemain Patricio Matricardi masuk menggantikan pencetak gol kedua Persib, Federico Barba.

Sementara itu, tim tuan rumah memasukan beberapa pemain penyerang untuk mengubah jalannya pertandingan. Berguinho melepaskan tendangan keras mendatar ke sisi kanan gawang lawan, namun lagi dan lagi masih menyamping.

Teja berhasil melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-55 setelah bola sepakan Aji Kusuma dapat dimentahkan dengan baik. Bojan Hodak kembali melakukan rotasi pemain dengan memasukan Thom Haye dan Frans Putros.

Uilliam Barros melepaskan tendangan keras dengan menggunakan kaki kiri, tapi bola masih dapat didekap dengan baik oleh Miswar. Lagi , Aji memberikan tekanan ke arah gawang Persib, namun bola masih menyamping.

Madura United mendapatkan hadiah penalti setelah bola liar mengenai tangan Julio Cesar menit ke-69. Balotelli yang menjadi eksekutor sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Uilliam Barros langsung membalas kontan setelah berhasil memanfaatkan bola liar di menit ke-71. Ini menjadi gol ke-7 di ajang Super League.

Thom Haye mencetak gol perdananya bersama Persib Bandung di menit ke-74 setelah berhasil melepaskan tendangan keras mendatar ke sudut kiri gawang lawan. Nazriel Alvaro, pemain Timnas Indonesia U-17  melakukan debutnya bersama Persib Senior dengan menggantikan Marc Klok. Sementara Febri Hariyadi masuk menggantikan Eliano.

Menit ke-83, Lulinha melakukan tendangan on target ke gawang Teja Paku Alam. Tetapi, bola masih bisa diselamatkan dengan baik oleh penjaga gawang asal Sumatera Barat tersebut. Thom Haye kembali melepaskan roket, tapi Miswar masih sangat sigap menepis tendangan pemain Timnas Indonesia tersebut.

Skor 1-4 menjadi skor akhir pada pertandingan kali ini. Persib masih berjarak empat poin dari Persija yang berada di posisi kedua.

Sumber berita : 

https://www.sukabumiupdate.com/olahraga/167081/persib-bandung-lumat-madura-united-1-4-thom-haye-cetak-gol-perdana

https://madura.tribunnews.com/madura-united/227010/hasil-akhir-madura-united-vs-persib-laskar-sape-kerrab-jadi-lumbung-gol

AKHIRI POLEMIK PTDH GURU LUWU UTARA, PRABOWO TEKEN SURAT REHABILITASI DI HALIM

 

Wakil Kepala DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi serta dua guru SMA Negeri 1 Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yakni Rasnal dan Abdul Muis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/11/2025) dini hari. (Foto: Biro Sekretariat Presiden)

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto resmi menggunakan hak prerogatifnya untuk memberikan rehabilitasi kepada dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal.

Seperti yang dikutip inilah.comKeputusan memulihkan nama baik kedua guru yang menjadi korban sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) itu diambil Prabowo sesaat setelah mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (13/11/2025), usai kunjungan kenegaraan ke Australia.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa surat rehabilitasi tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden di lokasi penjemputan.

Barusan saja Bapak Presiden sudah menandatangani surat rehabilitasi kepada Pak Rasnal dan Pak Abdul Muis, guru SMA dari Luwu Utara,” kata Dasco kepada wartawan di Halim Perdanakusuma.

Dasco memaparkan alur perjuangan kedua guru tersebut hingga sampai ke meja Presiden. Aspirasi bermula dari aduan masyarakat ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, yang kemudian diteruskan ke DPR RI, hingga akhirnya difasilitasi untuk bertemu langsung dengan Kepala Negara.

“Dengan diberikannya rehabilitasi, dipulihkan nama baik, harkat, martabat, serta hak-hak kedua guru ini. Semoga berkah,” ujarnya.

Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa keputusan ini merupakan hasil koordinasi intensif selama sepekan terakhir.

Prasetyo menegaskan, langkah Presiden ini adalah wujud penghormatan negara terhadap profesi guru. Pemerintah berkomitmen melindungi para pendidik dari kriminalisasi yang tidak berkeadilan.

“Bagaimanapun guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang harus kita perhatikan, hormati, dan lindungi. Jika ada masalah atau dinamika, kita menghendaki penyelesaian yang terbaik,” papar Prasetyo.

Ia berharap keputusan ini memberikan rasa keadilan, tidak hanya bagi Abdul Muis dan Rasnal, tetapi juga bagi seluruh insan pendidikan di Indonesia.

Kilas Balik: Kasus Pungutan Gaji Honorer

Sebagai konteks, Abdul Muis dan Rasnal sebelumnya dijatuhi sanksi PTDH akibat kasus pada 2018. Keduanya dituduh melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp20.000 kepada orang tua siswa.

Padahal, menurut Abdul Muis, pungutan tersebut adalah hasil kesepakatan resmi antara orang tua dan Komite Sekolah. Tujuannya mulia: untuk menalangi gaji 10 guru honorer yang belum dibayar selama 10 bulan.

Muis menegaskan tidak ada paksaan dalam iuran tersebut. Siswa tidak mampu digratiskan, dan siswa bersaudara hanya membayar satu kali. Namun, kasus ini tetap diproses hukum setelah dilaporkan sebuah LSM, yang berujung pada pemecatan mereka, sebelum akhirnya dipulihkan hari ini oleh Presiden.

Sumber berita : https://www.inilah.com/akhiri-polemik-ptdh-guru-luwu-utara-prabowo-teken-surat-rehabilitasi-di-halim

 

 


Korban Ledakan SMAN 72 Tulis Pesan dari ICU, "Tolong, Ma, Ayah, Ini Harus Diusut..."

 

Andri (41) orangtua dari salah satu korban ledakan SMAN 72 Jakarta bernama LH, saat memberikan keterangan di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025). LH menunjukkan tulisan tangan berisi curahan hati anaknya yang masih dirawat di RSIJ.

JAKARTA – Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, LH (16), menyampaikan pesan menyentuh kepada orangtuanya usai menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam kondisi luka bakar berat dan kesulitan berbicara, LH menulis pesan di selembar kertas, “tolong, Ma, Ayah. Ini harus diusut.”

Seperti yang dilansir KOMPAS.com, pesan itu disampaikan ayah LH, Andri (41), kepada wartawan saat ditemui di RSIJ Cempaka Putih, Selasa (11/11/2025). “Ini yang terakhir kemarin (tulisan yang disampaikan), ‘tolong, Ma, Ayah, ini harus diusut’,” ujar Andri. “Maksudnya dia tolong mama, ayah, ini harus diusut secepat mungkin. Ini permintaan anak saya. Berharap dari penegak hukum, polisi agar segera diusut. Kalau bisa ini (diusut) secara terbuka,” tegasnya.

Andri mengatakan, sebagai orangtua korban, ia berharap penyidik dapat memberikan keterangan yang jelas mengenai peristiwa ledakan di sekolah anaknya. Penjelasan itu penting karena merupakan permintaan langsung dari LH.

“Biar saya sampaikan ke anaknya biar dia lebih semangat lagi buat sembuh. Jadi jangan, enggak usah ditutupi. Kalau bisa terbuka lah,” tutur Andri.

“Sampai sekarang pelakunya juga enggak tahu ke mana. Apa dia di sini, apa dia masih hidup apa bagaimana?” tambahnya.

Tulis pesan lewat kertas

Karena mengalami luka bakar parah di wajah, kepala, lengan kiri, dada, dan kaki kiri, LH sulit berbicara. Kepala serta sebagian besar tubuhnya diperban, sementara ventilator masih terpasang di mulutnya. Akibat kondisi itu, LH hanya bisa berkomunikasi lewat tulisan.

“Sehingga komunikasi bisa dilakukan dengan menulis di kertas. Itu pun bertahap,” ungkap Andri.

“Saat pertama menulis itu, di dalam itu dia berbicara sama dokter, pertama kali yang dia tanyakan LH kenapa ada di sini?” katanya sambil menunjukkan kertas-kertas berisi tulisan tangan anaknya.

Andri mengungkapkan, putranya akan menjalani operasi kedua pada Selasa sore untuk memperbaiki luka bakar yang cukup parah.

“Kata dokter luka bakarnya itu parah banget. Kalau operasi yang pertama yang lalu untuk bagian wajah, kepala. Kan ada serpihan yang mengenai tulangnya (tulang pipi) sempat hancur. Operasi yang pertama itu bagian muka (tulang pipi, wajah luka),” jelas Andri.

“Saat ini kondisi anak saya sudah stabil. Kata dokter tingkat sadarnya itu agak lebih membaik,” tambahnya.

Kronologi ledakan di SMAN 72

Ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat berlangsung. Masjid tersebut berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saksi menyebutkan, ledakan pertama terdengar saat khotbah sedang berlangsung, kemudian disusul ledakan kedua yang berasal dari arah berbeda. Akibat peristiwa itu, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka.

Penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan pelaku diduga merupakan salah satu siswa SMAN 72. Siswa tersebut sebelumnya dikabarkan mengalami perundungan yang diduga menjadi salah satu pemicu aksinya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Jumat malam mengonfirmasi, terduga pelaku merupakan pelajar di sekolah yang sama.

“Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” kata Listyo di teras Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, penyidik masih terus mendalami identitas, lingkungan, serta tempat tinggal terduga pelaku.

Sumber berita https://www.msn.com/id-id/berita/other/korban-ledakan-sman-72-tulis-pesan-dari-icu-tolong-ma-ayah-ini-harus-diusut/ar-AA1QcgVi?ocid=socialshare

Anak-anak SD Bermain Galah Asin, Belajar Gembira Tanpa Gadget

Foto anak-anak sedang bermain Galah Asin

Sumedang – Suasana cerah di Alun-alun Sumedang, Minggu (9/11/2025) pagi tampak semarak dengan tawa riang sekelompok anak sekolah dasar yang tengah asyik bermain Kaulinan Baheula (permainan tradisional) Galah Asin. Dengan bimbingan dari guru mereka, anak-anak tersebut terlihat sangat bersemangat dan menikmati setiap momen permainan.

Permainan tradisional ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menjadi media edukatif yang menumbuhkan kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas di antara para peserta. Kegiatan positif ini mendapat perhatian dari para pengunjung Alun-alun yang melihat antusiasme anak-anak dalam bergerak dan berinteraksi langsung.

Guru pendamping menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mengajak anak-anak lebih aktif bergerak serta mengurangi ketergantungan pada gadget atau ponsel yang sering membuat mereka malas bergerak (mager).

“Melalui permainan tradisional seperti Galah Asin, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan sekaligus melatih kebugaran anak-anak. Harapannya, mereka bisa lebih mencintai aktivitas fisik di luar ruangan daripada hanya bermain dengan gawai,” ujarnya.

Dengan kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan kebiasaan anak-anak dalam bermain gadget dapat berkurang bahkan hilang sama sekali. Galah Asin dan permainan tradisional lainnya terbukti mampu menjadi sarana rekreasi sekaligus pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak di era modern ini.

Dokumentasi :