Tugu Binokasih Sumedang

Tugu Binokasih Sumedang adalah sebuah monumen selamat datang ke Kota Sumedang dari arah Bandung.

Daerah lingkungan Monumen Tugu Taman Endog

Ini merupakan daerah Taman Endog bagian Jembatan Pasifik

Masjid Agung Sumedang

Penampakan bagian atap Masjid Agung Sumedang.

Bendungan Jatigede Sumedang

Ini adalah penampakan bagian Bendungan Jatigede Sumedang.

Jans Park Sumedang

Salah satu bagian dari Jatinangor Park Nasional Sumedang.

Pria Viral Joget 'Untung Rp 6 Juta/Hari' di Dapur MBG Ternyata Punya 7 SPPG

 

Jakarta - Pria viral berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis yang dinarasikan untung Rp 6 juta per hari ternyata tak hanya mengelola satu satuan pelayanan pemenuhan gizi. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan pria itu punya tujuh SPPG.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik, tetapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," kata Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, kepada wartawan, Selasa (24/3/2026) dilansir dari detikNews.

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tambah Nanik.

Dibekukan Sementara
Seperti yang diberitakan di detik.com, Nanik menegaskan BGN membekukan sementara (suspend) satu SPPG milik pria tersebut setelah diketahui tidak mematuhi petunjuk teknis (juknis). Sementara, keenam SPPG milik pria itu masih belum beroperasi dan akan diawasi ketat BGN selama proses pendirian hingga pelaksanaannya.

"Ini, ini, saya juga nggak tahu dia, tetapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," kata Nanik.

"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelas Nanik.

Nanik menyayangkan aksi pria tersebut berjoget di dalam dapur MBG tanpa alat pelindung diri (APD) hingga ramai jadi perbincangan publik. Dia lantas mengingatkan seluruh pemilik SPPG agar tidak melakukan hal serupa.

"Saya juga nggak suka juga, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah. Iyalah untuk pembelajaran yang lain. Nggak usah mitra aneh-aneh," kata Nanik.

Sumber berita :
https://www.detik.com/bali/berita/d-8414015/pria-viral-joget-untung-rp-6-juta-hari-di-dapur-mbg-ternyata-punya-7-sppg

Viral Pria Joget Disebut Pamer Untung MBG Rp 6 Juta Sehari, BGN: Overacting!

 


Jakarta - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan video seorang pria yang berjoget di dapur program makan bergizi gratis (MBG). Aksi tersebut menuai sorotan, terutama karena dilakukan di lingkungan kerja yang berkaitan dengan pelayanan gizi.

Seperti yang dilansir detik.com, video yang beredar di berbagai platform seperti TikTok itu memperlihatkan pria tersebut menari sambil dinarasikan memamerkan insentif yang diklaim mencapai Rp 6 juta per hari. Lokasinya disebut berada di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) terlihat jelas di dalam ruangan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya langsung mengambil tindakan. Ia menugaskan tim pengawasan untuk menemui pria yang bersangkutan.

"Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu," ujar Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

"Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras."

BGN tidak menutupi rasa kecewanya terhadap perilaku mitra tersebut. Terlebih, aksi joget dilakukan di area dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), yang seharusnya menjadi standar operasional.

"Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," kata Nanik.

"Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten, konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD."

Tak hanya soal etika, hasil pengecekan juga menemukan sejumlah masalah teknis pada fasilitas dapur tersebut. Mulai dari tata letak (layout) yang tidak sesuai hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai tidak memenuhi standar. Akibatnya, operasional SPPG tersebut untuk sementara dihentikan.

"Setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend (dihentikan sementara)," jelasnya.

Lebih lanjut, terungkap bahwa pria tersebut memiliki hingga tujuh titik SPPG, meski baru satu yang beroperasi. Hal ini kembali memicu perhatian BGN, yang menegaskan bahwa program MBG bukanlah ladang bisnis pribadi.

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tegas Nanik.

Sumber berita : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8413947/viral-pria-joget-disebut-pamer-untung-mbg-rp-6-juta-sehari-bgn-overacting.

Persib Bandung Rekrut Marco Duganzic dan Chiro Immobile

 


BANDUNG - Persib Bandung membuat gebrakan spektakuler dalam persaingan Liga 1 Indonesia dengan mendatangkan dua penyerang berkelas Eropa, Marco Duganzic dan Chiro Immobile. Transfer ini langsung mencuri perhatian publik karena nilai kontraknya disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah klub dan berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Liga Indonesia tersebut.

Langkah agresif ini sejalan dengan ambisi Persib untuk tidak hanya menjadi juara domestik, tetapi juga meningkatkan reputasi klub di kancah Asia. Manajemen memilih strategi berbeda dengan mendatangkan pemain yang telah terbukti kualitasnya di level internasional. Marco Duganzic dikenal sebagai striker modern dengan kekuatan fisik yang dominan, kemampuan duel udara yang unggul, serta insting mencetak gol yang tajam. Pengalaman bermain di berbagai liga membuatnya mudah beradaptasi dengan berbagai gaya permainan.

Di sisi lain, Chiro Immobile membawa dimensi berbeda. Sebagai striker berpengalaman di kompetisi elit Eropa, Immobile dikenal memiliki naluri gol luar biasa, kecepatan membaca permainan, serta penyelesaian akhir yang efisien. Kehadirannya tidak hanya menambah daya gedor lini depan, tetapi juga mampu meningkatkan performa tim secara keseluruhan. Kombinasi Duganzic dan Immobile diyakini menciptakan keseimbangan ideal, dengan Duganzic sebagai targetman dan Immobile bergerak dinamis mencari ruang di antara lini pertahanan lawan.

Pelatih Persib kini memiliki banyak opsi taktik untuk mengoptimalkan kekuatan baru ini. Formasi dua striker seperti 4-4-2 atau 3-5-2 menjadi kemungkinan utama agar kedua striker bermain bersamaan. Alternatif lainnya adalah menempatkan Immobile sebagai striker utama dengan Duganzic sebagai partner situasional, tergantung kebutuhan pertandingan. Kehadiran duo ini diprediksi akan mengubah cara tim lawan menghadapi Persib, memaksa lini pertahanan bekerja ekstra, sekaligus membuka ruang bagi gelandang serang dan pemain sayap.

Adaptasi dan Tantangan Liga 1

Meski kualitas mereka diakui tinggi, adaptasi tetap menjadi kunci. Liga 1 memiliki karakter unik, mulai dari tempo permainan, kondisi lapangan, hingga tekanan suporter. Duganzic dan Immobile harus menyesuaikan diri dengan cepat agar memberikan kontribusi maksimal. Ekspektasi publik juga menjadi tantangan tersendiri. Bobotoh dikenal sebagai suporter loyal namun kritis; setiap peluang terlewat bisa menjadi sorotan besar. Mentalitas dan pengalaman pemain Eropa ini diyakini menjadi faktor penentu kesuksesan.

Dampak Komersial dan Internasional

Transfer ini juga memiliki nilai strategis di luar lapangan. Kehadiran Immobile, yang memiliki reputasi global, menarik perhatian media internasional, meningkatkan eksposur Liga 1, serta memperbesar nilai sponsor dan komersial klub. Stadion diprediksi selalu penuh, penjualan merchandise meningkat, dan media domestik maupun asing akan memantau setiap langkah Persib. Hal ini menunjukkan sepak bola kini tidak hanya soal permainan, tetapi juga industri hiburan yang berkembang pesat.

Investasi Besar untuk Masa Depan

Manajemen Persib tidak main-main dalam strategi jangka panjang. Nilai kontrak tinggi dianggap sepadan dengan ambisi klub. Perekrutan ini bukan sekadar untuk meraih gelar juara musim ini, tetapi juga untuk membangun fondasi tim kompetitif yang dapat bersaing di level Asia. Pemain lokal pun memiliki kesempatan belajar langsung dari profesional Eropa, sehingga meningkatkan kualitas individu maupun kolektif tim.

Dengan kombinasi Duganzic dan Immobile, Persib Bandung berpotensi menghadirkan era baru sepak bola Indonesia. Kedua striker diyakini akan menjadi kombinasi mematikan di lini depan: Duganzic dengan duel udara dan fisik kuat, Immobile dengan kecepatan, positioning, dan penyelesaian klinis. Musim baru Liga 1 pun diprediksi menjadi salah satu yang paling menarik, dengan Persib menegaskan pesan jelas ke seluruh kompetitor: mereka tidak hanya ingin bersaing, tetapi juga mendominasi.


Sumber Berita : 

https://trenggaleknjenggelek.jawapos.com/nasional/2603200017/persib-bandung-rekrut-marco-duganzic-dan-chiro-immobile-duet-striker-kelas-dunia-siap-dominasi-liga-1  


SOSIALISASI SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB) JENJANG SMP


SUMEDANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertempat di SMPN 8 Sumedang, Jl. By Pass Mekarsari, pada hari ini, Selasa, 17 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para kepala sekolah, dengan harapan bisa memberikan pemahaman kepada orang tua murid mengenai regulasi terbaru dalam penerimaan siswa baru. Sebagaimana diatur dalam kebijakan Kemendikdasmen, istilah PPDB kini telah bertransformasi menjadi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) sejak tahun 2025 dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan.

Rencana SPMB tahun Pelajaran 2026/2027 masih berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru. Perubahannya pada Keputusan Bupati Sumedang yakni berdasarkan permasalahan SPMB tahun kemarin yakni tentang Daya Tampung, dimana tahun kemarin ada perubahan daya tamping di Tengah jalan. Untuk tahun sekarang, perubahan daya tamping di Tengah jalan tidak akan terjadi. Satuan Pendidikan harus menentukan dari awal tentang daya tamping tersebut dan tidak aka nada perubahan daya tamping tersebut.

Adapun runtutan SPMB tahun ini Adalah :

1.      1. Perencanaan penetapan daya tamping sekolah

2.      2. Penentuan dan penetapan prosesntase jalur SPMB

3.      3. Penerbitan Juknis SPMB

4.      4. Pembentukan Panitia SPMB

5.      5. Kebijakan penerimaan SPMB secara online

6.      6. Sosialisasi SPMB ke orang tua

Menurut kepala Dinas Pendidikan Sumedang, perencanaan daya tampung sekolah harus disesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas dan juga berdasar pada rombel tahun kemarin. Senada dengan Kadisdik Sumedang, Kabid. SMP menambahkan bahwa SPMB juga selain apa yang disampaikan bapak Kadisdik, kita juga harus melihat jumlah guru yang ada. Jangan sampai gurunya sedikit kemudian mengusulkan daya tampung lebih banyak rombel.

Agenda SPMB Adalah :

1.      a. 9 – 11 Maret 2026 : sekolah mengisi LK SPMB

2.      b. 12 – 17 Maret 2026 : Proses Verval dari BBPMP Jawa Barat

3.      c. 25 – 27 Maret 2026 : Perbaikan data

4.      d. 30 Maret 2026 : Hasil Validasi BBPMP Jawa Barat

5.      e. 31 Maret 2026 : Ditetapkannya daya tampung sekolah.

Kemudian pa Sigit menjelaskan secara teknis tentang SPMB diantaranya bahwa Penentuan daya tampung sekolah mengenai penerimaan siswa-siswa baru untuk tahun sekarang ditentukan oleh pemerintah daerah. Pemerintah Daerah menetapkan persentase jalur penerimaan Murid baru untuk: a. Jalur Domisili; b. Jalur Afirmasi; c. Jalur Prestasi; dan d. Jalur Mutasi.

a. 1. Persentase kuota Jalur Domisili untuk SMP = 40% dari daya tampung Satuan Pendidikan.

b. 2. Persentase kuota untuk Jalur Afirmasi untuk SMP = 20% dari daya tampung Satuan Pendidikan. ( Terdiri dari Anak Berkebutuhann Khusus dan anak dari keluarga kurang mampu)

c. 3. Persentase kuota untuk Jalur Prestasi untuk SMP = paling sedikit 25% dari daya tampung Satuan Pendidikan.

d.4. Persentase kuota untuk Jalur Mutasi untuk SMP = paling banyak 5% dari daya tampung Satuan Pendidikan.

Apabila tahun lalu, prosentase hanya 90% dan yang 10% diserahkan ke sekolah masing-masing untuk menambahkan penerimaan melalui ke-4 jalur tersebut. Artinya sekolah mendapatkan kesempatan untuk menambahkan prosentase jalur, maka untuk tahun sekarang harus 100%.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menekankan bahwa sosialisasi ini sangat krusial agar tidak ada keraguan di masyarakat mengenai mekanisme pendaftaran, terutama terkait penggunaan dokumen kependudukan untuk jalur domisili. Dengan adanya kegiatan di SMPN 8 Sumedang ini, diharapkan proses transisi ke tahun ajaran baru dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

Dokumentasi :